Nama : Putri Agustina Laura Simbolon
NIM : A1C111037
NIM : A1C111037
1. Jelaskan
manajemen baku standar laboratorium yang ideal !!!
Jawab :
Jawab :
Laboratorium
kimia / IPA harus dirancang dan dibangun dengan memenuhi kriteria baku
yang mempertimbangkan unsur kesehatan, keamanan, peraturan-peraturan yang
bertujuan agar laboratorium dapat memberi manfaat secara optimal dengan
mengeliminasi resiko secara minimal.
Dalam manajemen terkandung di dalamnya pengelolaan
terhadap suatu objek. Jadi, manajemen laboratorium berarti objek yang akan
dimanajemen adalah laboratorium tersebut yang secara rinci terdiri dari
alat-alat dan bahan-bahan kimia, sarana / prasarana lab, dan proses pelaksanaan
praktikum.
Berdasarkan keempat pendapat ahli, maka pendapat yang paling tepat tentang manajemen laboratorium adalah pendapat Terry yang terdiri dari perencanaan, pengorgani-sasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Secara jelas kita bahas satu persatu berikut ini.
Berdasarkan keempat pendapat ahli, maka pendapat yang paling tepat tentang manajemen laboratorium adalah pendapat Terry yang terdiri dari perencanaan, pengorgani-sasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Secara jelas kita bahas satu persatu berikut ini.
1. Perencanaan
(Planning)
Dalam manajemen, perencanaan merupakan salah satu bagian
yang sangat penting, karena perencanaan yang matang akan lebih memungkinkan
tercapainya tujuan yang diharapkan. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan
atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan cara dan sumber yang diperlukan
untuk mencapai tujuan tersebut seefisien dan seefektif mungkin.
Dalam setiap perencanaan selalu terdapat tiga kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan. Ketiga kegiatan tersebut, yaitu : (1) perumusan tujuan yang ingin dicapai, (2) pemilihan program untuk mencapai tujuan, dan (3) identifikasi dan pengerahan sumber daya yang tersedia. Perencanaan dapat pula dianggap suatu seri dari langkah-langkah atau tahapan yang dapat diikuti secara sistematis.
Dalam setiap perencanaan selalu terdapat tiga kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan. Ketiga kegiatan tersebut, yaitu : (1) perumusan tujuan yang ingin dicapai, (2) pemilihan program untuk mencapai tujuan, dan (3) identifikasi dan pengerahan sumber daya yang tersedia. Perencanaan dapat pula dianggap suatu seri dari langkah-langkah atau tahapan yang dapat diikuti secara sistematis.
2 . Pengorganisasian (Organizing)
Organisasi laboratorium adalah suatu sistem kerja sama
dari kelompok orang, barang, atau unit tertentu tentang laboratorium untuk
mencapai tujuan (Sudaryanto, 1998 : 5) Mengorganisasikan laboratorium berarti
menyusun sekelompok orang / petugas dan sumber daya lain untuk melaksanakan
suatu rencana atau program dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
cara yang berdaya guna terhadap laboratorium. Pengorgani-sasian laboratorium meliputi pengaturan dan
pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan laboratorium, pengadaan alat-alat dan
bahan-bahan, dan menjaga kedisiplinan dan kesela-matan laboratorium.
3.Pelaksanaan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang
sangat penting, karena tanpa pelaksanaan terhadap apa yang telah direncanakan
dan diorganisasikan tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Kegiatan laboratorium kimia / IPA diartikan sebagai
kegiatan yang berkaitan dengan pengamatan atau percobaan yang menunjang
kegiatan belajar-mengajar kimia / IPA. Untuk melaksanakan kegiatan laboratorium
kimia / IPA perlu perencanaan secara sistematis agar dicapai tujuan
pembelajaran secara optimal
4.Pengawasan
(Controlling)
Pengawasan
atau sering disebut pula supervisi ditentukan oleh apa yang telah dilakukan,
yaitu evaluasi terhadap tindakan dan bila perlu menggunakan pengukuran koreksi
sehingga tindakan tersebut sesuai dengan rencana (Terry, 1977 : 481). Proses
pengawasan terdiri atas beberapa tindakan pokok, yaitu : (1) penentuan ukuran /
pedoman baku sebagai pembanding / alat ukur untuk menjawab pertanyaan dari
hasil pelaksanaan, (2) penilaian / pengukuran terhadap tugas yang sudah atau
yang sedang dikerjakan, baik secara lisan maupun tertulis, atau pertemuan
langsung dengan petugas, (3) perbandingan antara pelaksanaan pekerjaan dengan
ukuran / pedoman yang telah ditetapkan untuk mengetahui penyimpangan /
perbedaan yang terjadi dan perlu tidaknya perbaikan, (4) perbaikan terhadap
penyimpangan yang terjadi agar pekerjaan sesuai dengan apa yang direncanakan.
2. Buatlah
rubrik penilaian praktikum secara umum !!!
Jawab
:
|
NO
|
TAHAPAN
|
INDIKATOR PENILAIAN
|
SKOR
|
|||
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|||
|
1
|
Persiapan
|
Mengebon zat dan alat, menimbang zat, mengencerkan/melarutkan
zat.
|
Mengebon zat dan alat, menimbang zat, mengencerkan/melarutkan
zat.
|
Hanya mengebon zat dan membuat larutan.
|
Hanya
mengebon zat dengan memindahkan dari tempat yang besat ketempat yang kecil
|
Tidak mengebon zat dan alat, menimbang zat,
mengencerkan/melarutkan zat.
|
|
|
Memahami teori dan prosedur dengan menjawab pre-test yang
diberikan oleh asisten dosen dan jika tidak lulus pre-test maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan
mengikuti praktikum.
|
Memahami teori dan prosedur dengan menjawab pre-test yang
diberikan oleh asisten dosen dan jika tidak lulus pre-test maka mahasiswa
tersebut tidak diperbolehkan mengikuti praktikum.
|
Tidak memahami teori dilihat dari tidak lulus pre-test dan tidak
ikut praktikum
|
Tidak memahami teori dilihat dari tidak
lulus pre- test tetapi boleh ikut praktikum
|
Tidak memahami teori dan
prosedur dengan menjawab pre-test yang diberikan oleh asisten dosen dan jika
tidak lulus pre-test maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti
praktikum
|
|
|
|
Keselamatan
kerja (menggunakan masker , jas lab , kaos kaki , sepatu tertutup , sarung
tangan dan rambut tidak digerai )
|
Menggunakan
dengan lengkap keselamatan kerja sebelum dan sesudah praktikum
|
Menggunakan
keselamatan kerja dengan lengkap hanya pada saat praktikum
|
Menggunakan
keselamatan kerja tetapi tidak lengkap dan hanya pada saat praktikum
|
Tidak
menggunakan keselamatan kerja
|
|
|
|
Pelaksanaan
|
Praktikum dilakukan sesuai prosedur
|
Sesuai prosedur dengan alat & bahan
lengkap
|
Sesuai prosedur tetapi alat & bahan
tidak lengkap
|
Tidak sesuai dengan prosedur tetapi
memodifikasi alat dan bahan karena keterbatasan sarana dan prasarana
|
Tidak sesuai prosedur tetapi mengganti
dengan praktikum yang sejenis
|
|
|
Pengembangan sikap ilmiah
|
Praktikan mengamati, mengelompokkan,
mencatat, mengukur dan menganalisis selama praktikum
|
Praktikan mengamati, mengelompokkan,
mencatat, mengukur namun tidak menganalisis
|
Praktikan mengamati, mengelompokkan,
mencatat, mengukur dan menganalisis selama praktikum
|
Praktikan hanya mengamati, mengukur dan
mencatat namun tidak menganalisis
|
|
|
|
Pengadaan ujian post test yang bersifat
hipotesis
|
Melakukan post test yang bersifat hipotesis
dan rutin
|
Melakukan post test yang bersifat hipotesis
dan tidak rutin
|
Melakukan post test namun tidak bersifat
hipotesis tapi rutin
|
Melakukan post test namun tidak bersifat
hipotesis dan jarang
|
|
|
|
Penyimpulan hasil praktikum
|
Praktikan memahami tujuan dan prosedur
praktikum berdasarkan hasil analisis pribadi dan dapat menyimpulkan
|
Praktikan memahami tujuan dan prosedur
praktikum bukan berdasarkan hasil analisis pribadi dan dapat menyimpulkan
|
Praktikan memahami tujuan dan prosedur
praktikum namun berdasarkan hasil analisis pribadi dan tidak dapat
menyimpulkan
|
Praktikan memahami tujuan dan prosedur
praktikum bukan berdasarkan hasil analisis pribadi dan tidak dapat
menyimpulkan
|
|
|
|
Pelaporan
|
Praktikan mengumpulkan laporan sementara kepada asisten
dosen
|
Mengumpulkan laporan sementara
kepada asisten dosen secara rutin setelah melakukan praktikum
|
Praktikan terlambat mengumpul laporan
sementara kepada asisten dosen
|
Laporan sementara yang dikumpulkan
kepada asisten dosen hanya yang dikerjakan
|
Tidak mengumpulkan laporan
sementara kepada asisten dosen setelah melakukan praktikum.
|
|
|
Membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikan
alat dan bahan yang telah digunakan.
|
Membersihkan alat yang telah digunakan
dan mengembalikan alat dan bahan yang telah digunakan
|
Membersihkan seluruh alat yang telah
digunakan tetapi tidak disimpanditempatnya
|
Alat yang telah digunakan disimpan
dalam keadaan kotor
|
Tidak membersihkan alat yang telah
digunakan dan tidak mengembalikan alat dan bahan yang telah di gunakann.
|
|
|
|
Kelompok piket menyusun alat dan bahan kelemari
penyimpanan.
|
Kelompok piket menyusun alat dan
bahan ke lemari penyimpanan secara rutin setiap praktikumnya.
|
Kelompok piket hanya menyimpan
sebagian alat dan bahan yang telah digunakan
|
Alat yang disimpan kelemari dalam
keadaan kotor
|
Kelompok piket tidak menyusun alat
dan bahan ke lemari penyimpanan secara rutin setiap praktikumnya
|
|
KETERANGAN:
SKOR: 1 = KURANG; 2 = CUKUP; 3 = BAIK; 4 = SANGAT BAIK
3. Buatlah desain lab yang
inovatif utk pembelajaran pada jenjang sekolah menengah atas!

keterangan :
A
|
Ruangan Administrasi dan Persiapan Alat dan Bahan
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
A1
|
Meja Kepala Laboratorium
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
A2
|
Lemari Buku 1
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
A3
|
Lemari Buku 2
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
B
|
Ruang Penyimpanan Alat dan Bahan
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
B1
|
Meja Persiapan Alat
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
B2
|
Meja Tempat Komputer
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
B3
|
Lemari Penyimpanan Alat dan Bahan
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
C
|
Ruang Pelaksanaan Praktikum
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
D
|
Meja Tempat alat peraga
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
E
|
Lemari Penyimpanan Alat dan Bahan
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
F
|
Meja Tempat Westafel
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G
|
Meja Guru Instruktur
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
H
|
Lemari Asam
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
I
|
Meja Praktek Siswa
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
J
|
Papan Tulis
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
1
|
Pintu Masuk
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2
|
Pintu Keluar
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3
|
Pintu Ruang Administrasi
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4
|
Pintu Ruang Penyimpanan Alat
4.. Buatlah
rubrik penilaian untuk jurnal dan laporan praktikum!
5. Mengapa
pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013! (kata kunci : produktif, inovatif dan kreatif) !!!
Jawab :
Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Untuk meningkatkan
efesiensi dan efektifitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap
apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak
ditunjang oleh manajemen yang baik. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan
fungsi laboratorium perlu dikelola secara baik untuk kelancaran proses belajar
mengajar. Mengingat semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan scientific
melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, maka untuk
mata pelajaran IPA fungsi laboratorium (lab) sekolah mempunyai peranan sangat
penting.Sarana ruang, peralatan serta bahan, pengelolaan dan tenaga
laboratorium (laboran) adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan satu dengan
yang lainnya.
kurikulum 2013 erat kaitannya dengan proses pelaksanaan yang berlandaskan dengan scientific methods ( metode ilmiah ) . Proses dalam menjalani tahapan tahapan ilmiah itu dapat difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang ada dilaboratorium . Praktkum menjadi wahana belajar metode ilmiah . Manajemen laboratorium yang baik akan mendukung tercapainya sasaran kurikulum 2013 yaitu menghasilkan siswa yang produktif , inovatif dan kreatif .
6. Jelaskan
perbedaan yang mendasar pada laboratorium jenjang sekolah dasar dan sekolah
menengah pertama!
Jawab
:
Menurut
saya perbedaan mendasar antara laboratorim SD dan SMP terletak pada cara
mendesain ruangan laboratorium dan juga pada praktikum . Pada laboratorium
sekolah dasar ruangan didesain se simpel mungkin dan alat alat praktikum berada
dalam ruangan khusus sehingga hanya guru pendamping yang bisa mengunjunginya dan juga pada saat praktikum , praktikan
selalu didampingi oleh guru pendamping untuk demonstrasi . Alat dan bahan yang
digunakan dalam praktikim juga tidak terlalu berbahaya seperti gambar , peta ,
globe , dan alat peraga lainnya .
Sedangkan laboratorium SMP , alat dan bahan tetap berada dalam ruangan khusus tetatp siswa memiliki akses untuk tetap masuk keruangan tersebut . Siswa juga lebih mandiri untuk melakukan praktikum tetapi tetap berada dalam pengawasan guru . Selain itu ruangan dalam laboratorium lebih banyak . | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar