Senin, 16 Juni 2014

UJIAN AKHIR SEMESTER


NAMA                         : PUTRI AGUSTINA LAURA SIMBOLON
NIM                              : A1C111037
DOSEN PENGAMPU : Dr. SYAMSURIZAL, M.Si

1.    Buatlah rubrik angket tentang keselamatan dan keamanan bekerja di laboratorium !
2.    Buatlah peraturan bekerja di laboratorium untuk bidang Fisika, Kimia dan Biologi !
3.    a) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan reagen Buffer !
b) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan air keras !
c) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan basa alkali selain NaOH
    dan KOH !
4.    Uraikan bagaimana etika dalam melakukan survey di laboratorium sehingga data-data yang dibutuhkan dapat dianalisis !



1.      Buatlah rubrik angket tentang keselamatan dan keamanan bekerja di laboratorium !
Jawab :
NO
INDIKATOR PENILAIAN

IYA


TIDAK


4(Sangat baik)
3 (Baik)
2 (Cukup)
1 (Buruk)


Persiapan







1.Larangan





1.
Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan diketahui oleh petugas laboratorium
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan segera melaporakan penggunaan setelah selesai menggunakannya.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan sengaja walaupun sedang ada petugas laboratorium di tempat.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium
2.
Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
Tidak satupun yang tidak berkepentingan masuk ke laboratorium
Orang yang tidak berkepentingan masuk lab karna dipanggil asdos atau ada keperluan tertentu
Orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam laboratorium (dalam waktu yang lama)
Orang yang tidak berkepentingan masuk lab walaupun ada petugas petugas laboratorium

Orang yang tidak berkepentingan masuk laboratorium sewaktu petugas lab tidak ada

3.
Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Melakukan eksperimen sesudah memahami informasi mengenai bahaya dan kegunaan bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Melakukan eksperimen dengan memahami bahaya bahan kimia dan cara pemakaian alat
Melakukan eksperimen hanya dengan memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia.

Tidak melakukan eksperimen karena tidak memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
Malakukan eksperimen walaupun tidak mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
4.
Jangan bermain-main dan tidak berisik di dalam ruangan laboratorium.
Fokus melakukan eksperimen
Eksperimen tetap berjalan walaupun ada gangguan.
Melakukan eksperimen tetapi ada gangguan yang mempengaruhi proses eksperimen
Melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan eksperimen.
Bermain-main dan berisik di dalam laboratorium
5.
Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
Makan, minum atau merokok hanya dilakukan jauh dari lingkungan laboratorium.
Segera setelah makan , minum, atau merokok di luar laboratorium langsung melakukan eksperimen  .
Aktifitas merokok, minum dan makan di laboratorium ketika eksperimen istirahat sebentar
Makan dan minum dilabor tetapi tidak melakukan eksperimen

Merokok, makan, dan minum di laboratorium ketika eksperimen berlangsung

2.Suruhan





6.
Membawa jas lab, masker, sarung tangan, dan kacamata.
Membawa dengan lengkap baik itu jas lab, sarung tangan, dan kacamata
Hanya membawa jas lab dan sarung tangan
Hanya membawa jas lab saja

Tidak membawa apapun
7.
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan sesudah praktikum.
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan sesudah praktikum.
Sarapan dan minum susu tetapi hanya sebelum praktikum
Hanya sarapan saja tetapi tidak minum susu sebelum dan sesudah praktikum
Tidak sarapan dan hanya minum susu pada saat sebelum praktikum
Tidak sarapan dan minum susu baik itu sebelum dan sesudah praktikum
8.
Pakailah sepatu.
Memakai sepatu kets dan kaos kaki saat praktikum
Memakai ‘flat shoes’ tetapi memakai kaos kaki saat praktikum
Memakai ‘flat shoes’ tetapi tidak memakai kaos kaki saat praktikum
Memakai sandal sepatu saat praktikum
Tidak memakai sepatu
9.
Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
Mengunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan
Mengunakan alat yang berbeda dari petunjuk praktikum yang diberikan. Misalnya, dipenuntun dikatakan erlemeyer, tetapi saat praktikum digunakan gelas kimia
Menggunakan alat dan bahan yang kurang sesuai dengan petunjuk pratikum yang diberikan.
Mengunakan jumlah bahan praktikum yang kurang tepat.
Tidak menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
10.
Bertanyalah kepada asisten praktikum jika merasa ragu dan tidak mengerti saat melakukan percobaan.
Bertanya kepada asisten praktikum jika merasa ragu dan tidak mengerti saat melakukan percobaan
Bertanya kepada asisten dosen jika tidak mengerti saja
Bertanya kepada teman jika tidak mengerti
Browsing internet jika tidak mengerti
Tidak bertanya sama sekali walaupun meras ragu atau tidak mengerti
11.
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja
mengenali peralatan  keselamatan tanpa tahu cara menggunakannya

hanya mengetahui  nama – nama dan hafal fungsi alat keselamatan tanpa tahu bentuk alat keselamatannya
hanya mengenali sebagian alat – alat keselamatan kerja dan tidak mengetahui letaknya untuk memudahkan pertolongan .

Praktikan Tidak mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.

12.
Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
Praktikan  memakai jas laboratorium saat bekerja dilaboratorium

Praktikan Memakai jas laboratorium mulai dari luar ruangan laboratorium
Praktikan memakai jas laboratorium setelah berada didepan meja praktikum

Praktikan memakai jas laboratorium hanya pada saat tertentu saja

Praktikan tidak memakai jas laboratorium saat bekerja di laboratorium

13.
Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
Praktikan mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.

Praktikan hanya mengetahui cara menggunakan pemadam kebakaran
Praktikan mengetahui  alat keselamatan  tetapi sangat canggung menggunakannya

Praktikan mengetahui  alat keselamatan
tanpa tahu cara menggunakannya
Praktikan tidak mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya
14.
Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
Praktikan  melaporkan kerusakan atau kecelakaan ke petugas laboratorium
Praktikan hanya melaporkan kerusakan atau kecelakaan kepada asisten dosen
Praktikan menyembunyikan kerusakan atau kecelakaan dari petugas laboratorium
Praktikan melaporkan kerusakan atau kecelakaan kepada petugas laboratorium setelah sekian lama kejadian
Praktikan tidak melaporkan kerusakan atau kecelakaan ke petugas laboratorium
15.
Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
Praktikan berhati-hati bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
Praktikan memperhatikan keadaan sekitar saat berlaku ceroboh saat bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan berlaku ceroboh saat bekerja dengan asam kuat , reagen korosif , reagen reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan sangat canggung dan ketakutan saat menggunakan asam kuat , reagen korosif , reagen reagen yang volatil dan mudah terbakar
Praktikan tidak berhati-hati bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar

16.
Gunakan lemari asam jika mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya.
Lemari asam digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya
Lemari asam digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya dan kurang berbahaya
Lemari asam tidak digunakan saat mereaksikan zat-zat berbahaya namun dapat mereaksikannya dengan dibawa keluar ruangan ataupun tempat terbuka tanpa keluar dari lokasi laboratorium
Tetap di meja praltikum saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya tanpa membawa keluar ruangan
Tidak menggunakan lemari asam
17.
Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Praktikan mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium
Praktikan mengetahui sebagian cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium. Misalnya p3k pada saat terhirup zat atau terkena tumpahan zat saja
Mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium namun belum paham terhadap pelaksanaannya
Praktikan hanya Sedikit mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
praktikan Tidak mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium dan tidak melakukan usaha apapun untuk menolong kecelakaan di lab
18.
Buanglah sampah pada tempatnya.
praktikan membuang sampah sesuai pada tempat dan jenis sampah
praktikan membuang sampah pada tempatnya namun masih ada yang tercampur
membuang sampah hanya dalam satu tempat saja tanpa memilah sampah
membuang sampah tidak pada tempatnya
tidak membuang sampah selesai praktikum
19.
Usahakan bekerjasama dengan baik.
Praktikan bekerjasama dengan baik
praktikan bekerjasama hanya dengan beberapa orang yang dirasa seide saja

praktikan bekerja secara individu
Tidak bekerjasama dengan baik namun praktikum hasil percobaan mendapatkan hasil
praktikan tidak bekerjasama dengan baik dan tidak mendapatkan hasil percobaan
20.
Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
Praktikan melakukan latihan keselamatan kerja secara periodik
Praktikan melakukan latihan keselamatan kerja secara periodic pada saat tertentu saja
Praktikan sesekali melakukan latihan keselamatan
Praktikan jarang melakukan latihan keselamatan
Praktikan tidak pernah melakukan latihan keselamatan kerja secara periodik

2.      Buatlah peraturan bekerja di laboratorium untuk bidang Fisika, Kimia dan Biologi !
Jawab :
A.  Peraturan bekerja dilaboratorium fisika
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
1.        Pada saat praktikum harus berpakaian rapi (jika ada jas praktikum wajib digunakan), sepatu beralas karet dan berkaos kaki.
2.        Makanan dan minuman apa saja harus disimpan dan dikonsumsi di luar laboratorium.
3.        Tidak diperkenankan merokok di dalam laboratorium.
4.        Barang milik pribadi seperti tas disimpan dalam loker.
5.        Personel dengan rambut panjang disarankan untuk mengikatnya di belakang.
6.        Duduk di atas meja Laboratorium dilarang. Jangan sekali-kali berlari di laboratorium.
7.        Perhatikan dan pelajari tempat-tempat sumber listrik (stop kontak dan circuit breaker) dan cara menyala-matikannya. Jika melihat kerusakan yang berpotensi menimbulkan bahaya laporkan pada asisten.
8.        Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan listrik/strum) secara tidak sengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas, dll.
9.        Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau orang lain.
10.    Keringkan bagian tubuh yang basah, misalnya karena keringat atau sisa air wudhu.
11.    Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum.
12.    Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas, dan sejenisnya) ke dalam Laboratorium bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum.
13.    Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan.
14.    Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas praktikum.
15.    Jangan membawa benda tajam (pisau, gunting dan sejenisnya) ke dalam Laboratorium bila tidak diperlukan dalam percobaan.
16.    Jangan memakai perhiasan dari logam misalnya cincin, kalung, gelang, dll.
17.    Hindari daerah, benda atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapt melukai.
18.    Hindari melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan luka pada diri sendiri atau orang lain misalnya bermain-main saat praktikum.
19.    Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, pahami petunjuk penggunaan alat itu.
20.    Perhatikan dan patuhi peringatan (warning) yang biasa tertera pada badan alat.
21.    Pahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan.
22.    Pahami rating dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut sesuai rating dan jangkauan kerjanya Menggunakan alat praktikum di luar rating dan jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya keselamatan praktikan.
23.    Pastikan seluruh peralatan praktikum yang digunakan aman dari benda/ logam tajam, api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut.
24.    Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.
25.    Kerusakan instrumentasi praktikum menjadi tanggung jawab bersama rombongan praktikum ybs. Alat yang rusak harus diganti oleh rombongan tersebut.
           
B. peraturan bekerja dilaboratorium kimia           
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
Melindungi Pengelola dan Pengguna Laboratorium
-          Laksanakan dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
-          Mengetahui dan memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
-          Gunakan peralatan kerja seperti  kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas laboratorium untuk melindungi kulit/pakaian dan sepatu tertutup untuk melindungi kaki serta masker untuk melindungi saluran pernafasan dari uap/gas yang bersifat toksik.
-          Dilarang memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan kimia. 
-          Dilarang memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi. 
-          Wanita/pria yang berambut panjang harus diikat. 
-          Dilarang makan/minum/merokok (dilaboratorium) atau menggunakan alat komunikasi saat bekerja
-          Hindari luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
-          Menyimpan barang milik pribadi seperti tas dalam loker.
-          Dilarang melakukan kegaduhan ataupun mengganggu ketenangan dalam laboratorium.
-          Sewaktu meninggalkan laboratorium haruslah selalu diteliti ulang apakah air, gas, listrik, dan jendela telah dalam keadaan aman.

1. Keselamatan Terhadap Penggunaan  Alat-Alat di Laboratorium
-          Melaksanakan dan menerapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
-          Perhatikan dan patuhi peringatan/warning yang biasa tertera pada badan alat.
-          Pahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum/analisis/penelitian dan gunakanlah alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum/analisis/ penelitian di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan berbahaya bagi keselamatan pengguna.
-          Pastikan seluruh peralatan praktikum yang digunakan dalam keadaan aman seperti terhindar dari api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut.
-          Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan alat-alat praktikum/analisis/ penelitian yang digunakan.
-          Kerusakan instrumentasi praktikum/analisis/penelitian menjadi tanggung jawab bersama rombongan praktikum/yang melakukan analisis atau peneliti. Alat yang rusak harus diganti dengan spesifikasi yang sama.
2.        Keselamatan Terhadap Penggunaan  Bahan di Laboratorium
Bekerja aman dengan bahan kimia 
1.        Hindari kontak langsung dengan bahan kimia. 
2.        Hindari mengisap langsung uap bahan kimia. 
3.        Menggunakan masker
4.        Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus. 
5.        Bahan kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit menimbulkan iritasi (pedih atau gatal). 
Memindahkan bahan kimia 
1.      Baca label bahan kimia sekurang-kurangnya dua kali untuk menghindari kesalahan (Lihat lampiran 1 dan 2). 
2.        Pindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan. 
3.        Jangan menggunakan bahan kimia secara berlebihan. 
4.        Jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk  mencegah kontaminasi. 
Memindahkan bahan kimia cair 
1.        Tutup botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus  telapak tangan memegang botol tersebut. 
2.        Tutup botol jangan ditaruh di atas meja karena isi botol dapat terkontaminasi. 
3.        Pindahkan cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak terpercik. 
4.        Jangan menggunakan pipet yang sama untuk memindahkan bahan kimia yang berbeda.
Memindahkan bahan kimia padat 
1.        Gunakan wadah yang sesuai (melihat karakteristik) untuk pengambilan bahan kimia. 
2.        Jangan mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan. 
3.        Pindahkan sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan tersebut. 
Cara memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi 
1.     Isi tabung reaksi maksimal sepertiganya. 
2.        Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan merata. 
3.        Arahkan mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang lain maupun diri sendiri. 
Cara memanaskan larutan menggunakan gelas kimia 
1.      Gunakan kaki tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas kimia tersebut. 
2.        Letakkan batu didih dalam gelas kimia untuk mencegah pemanasan yang cepat/mendadak. 
3.        Jika gelas kimia digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air, maksimum seperempatnya. 

            C. Peraturan bekerja dilaboratorium biologi
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
Melindungi Pengelola dan Pengguna Laboratorium
-          Laksanakan dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
-          Hindari penyebaran percikan bahan infeksi dari spesimen (mis : saat penanaman /pembakaran dengan sengkelit
-          Tempatkan spesimen pada wadah yang sesuai standar
-          Desinfeksi permukaan meja kerja dengan desinfektan yang sesuai
-          Cuci tangan pada saat yang tepat dengan sabun/desinfektan, jangan menyentuh mulut, hidung dan mata saat bekerja
-          Jangan makan/minum/merokok/menggunakan alat komunikasi saat bekerja
-          Gunakan jas praktikum saat bekerja, khusus Lab. Mikrobiologi wajib memakai sarung tangan dan masker.
-          Hindari luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
-          Lakukan sterilisasi yang cukup sebelum mencuci alat/membuang sisa spesimen.
-          Sediakan tempat untuk sampah terkontaminasi dan tidak terkontaminasi.

1.2  Keselamatan Terhadap Penggunaan  Alat-Alat di Laboratorium
1.    Secara umum laksanakan dan terapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
2.    Cara menggunakan pipet dan alat bantu pipet
-          Hindari memipet dengan mulut, gunakan alat bantu, masukkan sumbat kapas untuk mengurangi kontaminasi.
-          Jangan mencampur bahan mikroba dengan menghisap/meniup pipet
-          Jangan mengeluarkan cairan dari dalam pipet secara paksa
-          Gunakan kapas yang telah diberi desinfektan bila ada tetesan spesimen yang jatuh di meja, kemudian kapas di buang di tempat khusus untuk diautoklaf.
-          Rendam pipet habis pakai dengan desinfektan selama18-24 jam.
3.    Cara menggunakan jarum suntik (kecelakaan penggunaan jarum suntik penyebab umum infeksi yang terjadi di laboratorium mikrobiologi
-          Hindari gerakan cepat dan tergesa-gesa saat memegang jarum suntik
-          Gunakan sarung tangan
-          Buang kelebihan udara, cairan, gelembung secara vertikal ke kapas yang telah ada desinfektan
-          Jangan membengkokkan atau memindahkan jarum dengan tangan
-          Buang jarum suntik pada tempat khusus sebelum steril
4.    Cara pembukaan wadah botol, cawan petri, dan tabung biakan mikroba harus mengikuti aturan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari resiko terinfeksi adalah sebagai berikut :
-          Buka tutup wadah di tempat kerja dengan hati-hati agar isi dalam wadah tidak terpencar ke luar.
-          Gunakan jas lab. dan sarung tangan.
-          Hindari aerosol.
-          Spesimen yang bocor atau pecah hanya dibuka di dalam Safety Cabinet.
5.    Penerimaan spesimen di Laboratorium
-          Laboratorium mempunyai loket/tempat khusus penerimaan spesimen. Jika jumlah spesimen tidak banyak, maka tempat pemeriksaan spesimen dapat dilakukan pada meja khusus dalam areal laboratorium.
-          Spesimen harus di tempatkan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah tumpahnya/bocornya spesimen.
-          Wadah harus dapat didesinfeksi atau diautoklaf.
-          Wadah terbuat dari bahan tidak mudah pecah/bocor.
-          Wadah diberi label tentang identitas spesimen.
-          Wadah diletakkan pada baki khusus yang terbuat dari logam atau plastik yang dapat didesinfeksi atau diautoklaf ulang.
-          Baki harus didesinfeksi / diautoklaf secara teratur setiap hari.
-          Jika mungkin, wadah diletakkan di atas baki dalam posisi berdiri.
6.    Tindakan khusus terhadap sampel darah dan cairan tubuh
Tindakan di bawah ini dibuat untuk melindungi petugas laboratrorium terhadap infeksi yang ditularkan melalui darah seperti Virus hepatitis B, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan lain-lain.
a.       Mengambil, melabel dan membawa spesimen
-          Gunakan sarung tangan
-          Hanya petugas laboratorium yang boleh melakukan pengambilan darah.
-          Setelah pengambilan darah, lepaskan jarum dari sempritnya dengan alat khusus yang sekaligus merupakan wadah penyimpanan jarum habis pakai. Pindahkan darah ke dalam tabung spesimen dengan hari-hati dan tutup rapat mulut tabung spesimen. Jarum suntik habis pakai sebaiknya dibakar dalam alat insinerasi. Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia, jarum suntik dan sempritnya diautoklaf dalam kantong yang terpisah.
-          Tabung spesimen dan formulir permintaan harus diberi label BAHAYA INFEKSI.
-          Masukkan tabung ke dalam kantung plastik untuk dibawa ke laboratorium. Formulir permintaan dibawa secara terpisah.
b.      Membuka tabung spesimen dan mengambil sampel
-          Buka tabung spesimen dalam kabinet keamanan biologis Kelas I dan Kelas II.
-          Gunakan sarung tangan
-          Untuk mencegah percikan, buka sumbat tabung setelah dibungkus kain kasa.
c.       Kaca dan benda tajam
-          Jika mungkin, gunakan alat terbuat dari plastik sebagai pengganti kaca/gelas. Bahan kaca/gelas dapat dipakai jika terbuat dari borosilikat.
-          Sedapat mungkin, hindari penggunaan alat suntik selain untuk mengambil darah.
d.      Sediaan darah pada kaca objek
-          Pegang kaca objek dengan forsep/gegep
e.       Peralatan otomatis
-          Sebaiknya gunakan alat yang tertutup (enclosed type)
-          Cairan yang keluar dari alat/effalut harus dikumpulkan dalam tabung/wadah tertutup atau dibuang ke dalam sistem pembuangan limbah.
-          Jika memungkinkan, alirkan hipoklorit atau glutaraldehid ke dalam alat desinfektan hanya pada keadaan tertentu.
f.        Melakukan sentrifuge
-          Gunakan tabung sentrifuge yang mempunyai tutup
-          Gunakan selongsong/rotor yang dilengkapi penutup

2.2 Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Praktek di Lapangan
Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Praktek di Lapangan
-          Harus survei awal untuk lokasi yang akan digunakan praktik lapang. Jika di alam terbuka pastikan aman dari bencana, tidak terlalu jauh dari penduduk setempat, mudah mendapatkan air dan memiliki lahan datar yang dapat didirikan tenda.
-          Jika praktik lapang dilaksanakan ke sebuah atau beberapa instansi, harus mendapat ijin dari instansi tersebut dan saat di lokasi harus patuhi peraturan pada instansi yang bersangkutan.
-          Karena praktik lapang dilakukan lebih dari 1 hari maka sebelum berangkat harus dipersiapkan izin penggunaan lokasi, transportasi, akomodasi serta keamanan selama praktik lapang.
-          Jika diperlukan, gunakan masyarakat sebagai pemandu lapangan.
3.    a) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan reagen Buffer !
            Jawab :
Fungsi reagen buffer adalah hanya untuk mempertahankan pH pada saat direaksikan . Untuk itu , apabila ingin memusnahkan reagen buffer kita harus menambahkannya dengan larutan asam atau basa kuat seperti NaOH dan HCl kemudian disiram dengan air .

b) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan air keras !
            Jawab :
Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.
Proses penghilangan kesadahan air yang sering dilakukan pada industri-industri adalah melalui penyaringan dengan menggunakan zat-zat sebagai berikut :
Resin pengikat kation dan anion
Resin adalah zat polimer alami ataupun sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion tertentu. Secara teknis, air sadah dilewatkan melalui suatu wadah yang berisi resin pengikat kation dan anion, sehingga diharapkan kation Ca2+ dan Mg2+ dapat diikat resin. Dengan demikian, air tersebut akan terbebas dari kesadahan.
Zeolit
Zeolit memiliki rumus kimia Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. zeolit mempunyai struktur tiga dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+ dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari kesadahan.
Untuk menghilangkan kesadahan sementara ataupun kesadahan tetap pada air yang anda gunakan di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan zeolit. Anda cukup menyediakan tong yang dapat menampung zeolit. Pada dasar tong sudah dibuat keran. Air yang akan anda gunakan dilewatkan pada zeolit terlebih dahulu. Air yang telah dilewatkan pada zeolit dapat anda gunakan untuk keperluan rumah tangga, spserti mencuci, mandi dan keperluan masak.
Zeolit memiliki kapasitas untuk menukar ion, artinya anda tidak dapat menggunakan zeolit yang sama selamanya. Sehingga pada rentang waktu tertentu anda harus menggantinya.

c) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam memusnahkan basa alkali selain NaOH
    dan KOH !
            Jawab :
Untuk memusnahkan basa logam alkali sisa pemakaian atau limbah kadaluarsa, misalnya Kalsium hidroksida (Ca(OH)2), dapat dilakukan dengan dua penanganan. Yaitu, untuk penanganan bahan tertumpah, dapat dilakukan dengan cara mengencerkan dengan air dan dinetralkan dengan 6 M HCl, kemudian diserap dengan kain atau dipindahkan pada suatu wadah untuk dibuang. Kemudian untuk pemusnahannya, yaitu dengan menuangkan di dalam bak dan diencerkan dengan air serta dinetralkan. Lalu dibuang dalam pembuangan air  biasa.
4.    Uraikan bagaimana etika dalam melakukan survey di laboratorium sehingga data-data yang dibutuhkan dapat dianalisis !
            Jawab :
Etika dalam melakukan survey dilaboratorium
1.      Memperlakukan informasi yang diberikan responden sebagai sangat rahasia dan menjaga privasi responden merupakan salah satu tanggung jawab utama peneliti .

2.      Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek .terutama dalam eksperimen lab . Tujuan penelitian harus dijelaskan kepada mereka .
3.      Informasi pribadi atau yang tampaknya mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan , dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian , hal tersebut harus diungkap dengan kepekaan yang tinggi kepada responden , serta memberikan alasan spesifik hal tersebut .
4.      Apapun sifat metode pengumpulan data , harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar.
5.      Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan jika seseorang tidak ingin memanfaatkan kesempatan untuk berpatisipasi , keinginan yang bersangkutan harus dihormati .
6.      Pengamat non partisipan harus sedapat mungkin tidak mencampuri . Dalam studi kualitatif , nilai – nilai pribadi bisa dengan mudah membiaskan data .
7.      Dalam studi lab , subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai lasan eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi .