NAMA :
PUTRI AGUSTINA LAURA SIMBOLON
NIM :
A1C111037
DOSEN PENGAMPU : Dr. SYAMSURIZAL, M.Si
1. Buatlah rubrik angket
tentang keselamatan dan keamanan bekerja di laboratorium !
2. Buatlah peraturan bekerja
di laboratorium untuk bidang Fisika, Kimia dan Biologi !
3. a) Uraikan bagaimana
tahapan-tahapan dalam memusnahkan reagen Buffer !
b) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam
memusnahkan air keras !
c) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam
memusnahkan basa alkali selain NaOH
dan KOH !
4. Uraikan bagaimana etika
dalam melakukan survey di laboratorium sehingga data-data yang dibutuhkan dapat
dianalisis !
1. Buatlah
rubrik angket tentang keselamatan dan keamanan bekerja di laboratorium !
Jawab :
Jawab :
|
NO
|
INDIKATOR
PENILAIAN
|
|
IYA
|
|
|
TIDAK
|
||
|
|
|
4(Sangat
baik)
|
3
(Baik)
|
2
(Cukup)
|
1
(Buruk)
|
|
||
|
|
Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.Larangan
|
|
|
|
|
|
||
|
1.
|
Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat
serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium
|
Mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam
laboratorium dengan diketahui oleh petugas laboratorium
|
Mengambil atau membawa
keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan segera melaporakan
penggunaan setelah selesai menggunakannya.
|
Mengambil atau membawa
keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium dengan sengaja walaupun
sedang ada petugas laboratorium di tempat.
|
Mengambil atau membawa
keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas
laboratorium.
|
Mengambil
atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin
petugas laboratorium
|
||
|
2.
|
Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke
laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
|
Tidak
satupun yang tidak berkepentingan masuk ke laboratorium
|
Orang yang tidak berkepentingan masuk
lab karna dipanggil asdos atau ada keperluan tertentu
|
Orang
yang tidak berkepentingan masuk ke dalam laboratorium (dalam waktu yang lama)
|
Orang
yang tidak berkepentingan masuk lab walaupun ada petugas petugas laboratorium
|
Orang yang tidak berkepentingan masuk laboratorium sewaktu petugas
lab tidak ada
|
||
|
3.
|
Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui
informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
|
Melakukan eksperimen
sesudah memahami informasi mengenai bahaya dan kegunaan bahan kimia,
alat-alat, dan cara pemakaiannya.
|
Melakukan eksperimen dengan memahami bahaya bahan kimia dan cara
pemakaian alat
|
Melakukan eksperimen
hanya dengan memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia.
|
Tidak melakukan
eksperimen karena tidak memahami informasi mengenai bahaya bahan kimia,
alat-alat, dan cara pemakaiannya.
|
Malakukan
eksperimen walaupun tidak mengetahui informasi mengenai
bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
|
||
|
4.
|
Jangan bermain-main dan tidak berisik di dalam
ruangan laboratorium.
|
Fokus melakukan
eksperimen
|
Eksperimen tetap berjalan walaupun ada gangguan.
|
Melakukan eksperimen
tetapi ada gangguan yang mempengaruhi proses eksperimen
|
Melakukan sesuatu yang
tidak ada hubungannya dengan eksperimen.
|
Bermain-main
dan berisik di dalam laboratorium
|
||
|
5.
|
Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
|
Makan, minum atau merokok
hanya dilakukan jauh dari lingkungan laboratorium.
|
Segera setelah makan , minum, atau merokok di luar laboratorium
langsung melakukan eksperimen .
|
Aktifitas merokok, minum dan makan di laboratorium ketika eksperimen
istirahat sebentar
|
Makan dan minum dilabor tetapi tidak melakukan eksperimen
|
Merokok, makan, dan minum
di laboratorium ketika eksperimen berlangsung
|
||
|
|
2.Suruhan
|
|
|
|
|
|
||
|
6.
|
Membawa jas lab, masker, sarung tangan, dan
kacamata.
|
Membawa
dengan lengkap baik itu jas lab, sarung tangan, dan kacamata
|
Hanya membawa jas lab dan sarung
tangan
|
Hanya
membawa jas lab saja
|
|
Tidak
membawa apapun
|
||
|
7.
|
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan
sesudah praktikum.
|
Sarapan dan minum susu dahulu dari rumah sebelum dan sesudah
praktikum.
|
Sarapan
dan minum susu tetapi hanya sebelum praktikum
|
Hanya
sarapan saja tetapi tidak minum susu sebelum dan sesudah praktikum
|
Tidak
sarapan dan hanya minum susu pada saat sebelum praktikum
|
Tidak
sarapan dan minum susu baik itu sebelum dan sesudah praktikum
|
||
|
8.
|
Pakailah sepatu.
|
Memakai
sepatu kets dan kaos kaki saat praktikum
|
Memakai ‘flat shoes’ tetapi memakai
kaos kaki saat praktikum
|
Memakai
‘flat shoes’ tetapi tidak memakai kaos kaki saat praktikum
|
Memakai
sandal sepatu saat praktikum
|
Tidak
memakai sepatu
|
||
|
9.
|
Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum
yang diberikan.
|
Mengunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang
diberikan
|
Mengunakan alat yang
berbeda dari petunjuk praktikum yang diberikan. Misalnya, dipenuntun
dikatakan erlemeyer, tetapi saat praktikum digunakan gelas kimia
|
Menggunakan
alat dan bahan yang kurang sesuai dengan petunjuk pratikum yang diberikan.
|
Mengunakan jumlah bahan
praktikum yang kurang tepat.
|
Tidak
menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan petunjuk praktikum yang
diberikan.
|
||
|
10.
|
Bertanyalah kepada asisten praktikum jika merasa
ragu dan tidak mengerti saat melakukan percobaan.
|
Bertanya kepada asisten praktikum jika merasa ragu dan tidak mengerti
saat melakukan percobaan
|
Bertanya kepada asisten
dosen jika tidak mengerti saja
|
Bertanya
kepada teman jika tidak mengerti
|
Browsing
internet jika tidak mengerti
|
Tidak
bertanya sama sekali walaupun meras ragu atau tidak mengerti
|
||
|
11.
|
Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja
dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
|
Mengenali
semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan
pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja
|
mengenali peralatan keselamatan
tanpa tahu cara menggunakannya
|
hanya
mengetahui nama – nama dan hafal
fungsi alat keselamatan tanpa tahu bentuk alat keselamatannya
|
hanya
mengenali sebagian alat – alat keselamatan kerja dan tidak mengetahui
letaknya untuk memudahkan pertolongan .
|
Praktikan Tidak mengenali
semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan
pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
|
||
|
12.
|
Pakailah jas laboratorium saat bekerja di
laboratorium.
|
Praktikan memakai jas laboratorium
saat bekerja dilaboratorium
|
Praktikan Memakai
jas laboratorium mulai dari luar ruangan laboratorium
|
Praktikan
memakai jas laboratorium setelah berada didepan meja praktikum
|
Praktikan
memakai jas laboratorium hanya pada saat tertentu saja
|
Praktikan tidak
memakai jas laboratorium saat bekerja di laboratorium
|
||
|
13.
|
Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti
pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja
yang lainnya.
|
Praktikan mengetahui
cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower,
respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
|
Praktikan hanya mengetahui
cara menggunakan pemadam kebakaran
|
Praktikan mengetahui alat keselamatan tetapi sangat canggung menggunakannya
|
Praktikan
mengetahui alat keselamatan
tanpa tahu
cara menggunakannya
|
Praktikan tidak
mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye
shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya
|
||
|
14.
|
Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya
segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
|
Praktikan melaporkan kerusakan
atau kecelakaan ke petugas laboratorium
|
Praktikan hanya melaporkan kerusakan
atau kecelakaan kepada asisten dosen
|
Praktikan
menyembunyikan kerusakan atau kecelakaan dari petugas laboratorium
|
Praktikan
melaporkan kerusakan atau kecelakaan kepada petugas laboratorium setelah
sekian lama kejadian
|
Praktikan tidak melaporkan kerusakan
atau kecelakaan ke petugas laboratorium
|
||
|
15.
|
Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen
korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
|
Praktikan berhati-hati
bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan
mudah terbakar.
|
Praktikan memperhatikan keadaan sekitar saat berlaku
ceroboh saat bekerja
dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah
terbakar
|
Praktikan
berlaku ceroboh saat bekerja dengan asam kuat , reagen korosif , reagen
reagen yang volatil dan mudah terbakar
|
Praktikan
sangat canggung dan ketakutan saat menggunakan asam kuat , reagen korosif , reagen
reagen yang volatil dan mudah terbakar
|
Praktikan tidak
berhati-hati bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang
volatil dan mudah terbakar
|
||
|
16.
|
Gunakan lemari asam jika mereaksikan bahan-bahan
yang berbahaya.
|
Lemari asam
digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya
|
Lemari asam digunakan saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya dan
kurang berbahaya
|
Lemari asam tidak
digunakan saat mereaksikan zat-zat berbahaya namun dapat mereaksikannya
dengan dibawa keluar ruangan ataupun tempat terbuka tanpa keluar dari lokasi
laboratorium
|
Tetap di meja praltikum
saat mereaksikan bahan-bahan yang berbahaya tanpa membawa keluar ruangan
|
Tidak
menggunakan lemari asam
|
||
|
17.
|
Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara
memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
|
Praktikan mengetahui
cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium
|
Praktikan mengetahui sebagian cara memberi pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K) dilaboratorium. Misalnya p3k pada saat terhirup zat atau
terkena tumpahan zat saja
|
Mengetahui cara memberi
pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dilaboratorium namun belum paham
terhadap pelaksanaannya
|
Praktikan hanya Sedikit
mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
|
praktikan Tidak
mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
dilaboratorium dan tidak melakukan usaha apapun untuk menolong kecelakaan di
lab
|
||
|
18.
|
Buanglah sampah pada tempatnya.
|
praktikan membuang sampah sesuai pada tempat dan
jenis sampah
|
praktikan
membuang sampah pada tempatnya namun masih ada yang tercampur
|
membuang sampah hanya dalam satu tempat saja tanpa
memilah sampah
|
membuang sampah tidak pada tempatnya
|
tidak membuang sampah selesai praktikum
|
||
|
19.
|
Usahakan bekerjasama dengan baik.
|
Praktikan bekerjasama dengan baik
|
praktikan bekerjasama hanya dengan beberapa orang yang
dirasa seide saja
|
praktikan bekerja secara individu
|
Tidak bekerjasama dengan
baik namun praktikum hasil percobaan mendapatkan hasil
|
praktikan tidak
bekerjasama dengan baik dan tidak mendapatkan hasil percobaan
|
||
|
20.
|
Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
|
Praktikan melakukan
latihan keselamatan kerja secara periodik
|
Praktikan melakukan
latihan keselamatan kerja secara periodic pada saat tertentu saja
|
Praktikan
sesekali melakukan latihan keselamatan
|
Praktikan jarang melakukan latihan keselamatan
|
Praktikan tidak pernah
melakukan latihan keselamatan kerja secara periodik
|
||
2. Buatlah
peraturan bekerja di laboratorium untuk bidang Fisika, Kimia dan Biologi !
Jawab :
A. Peraturan bekerja
dilaboratorium fisika
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
1. Pada
saat praktikum harus berpakaian rapi (jika ada jas praktikum wajib digunakan),
sepatu beralas karet dan berkaos kaki.
2. Makanan
dan minuman apa saja harus disimpan dan dikonsumsi di luar laboratorium.
3. Tidak
diperkenankan merokok di dalam laboratorium.
4. Barang
milik pribadi seperti tas disimpan dalam loker.
5. Personel
dengan rambut panjang disarankan untuk mengikatnya di belakang.
6. Duduk
di atas meja Laboratorium dilarang. Jangan sekali-kali berlari di laboratorium.
7. Perhatikan
dan pelajari tempat-tempat sumber listrik (stop kontak dan circuit
breaker) dan cara menyala-matikannya. Jika melihat kerusakan yang berpotensi
menimbulkan bahaya laporkan pada asisten.
8. Hindari
daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan
listrik/strum) secara tidak sengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas,
dll.
9. Tidak
melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau
orang lain.
10. Keringkan bagian tubuh
yang basah, misalnya karena keringat atau sisa air wudhu.
11. Selalu waspada terhadap
bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum.
12. Jangan membawa
benda-benda mudah terbakar (korek api, gas, dan sejenisnya) ke dalam
Laboratorium bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum.
13. Jangan melakukan sesuatu
yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang berlebihan.
14. Selalu waspada terhadap
bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas praktikum.
15. Jangan membawa benda
tajam (pisau, gunting dan sejenisnya) ke dalam Laboratorium bila tidak
diperlukan dalam percobaan.
16. Jangan memakai perhiasan
dari logam misalnya cincin, kalung, gelang, dll.
17. Hindari daerah, benda
atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapt melukai.
18. Hindari melakukan sesuatu
yang dapat menimbulkan luka pada diri sendiri atau orang lain misalnya
bermain-main saat praktikum.
19. Sebelum menggunakan
alat-alat praktikum, pahami petunjuk penggunaan alat itu.
20. Perhatikan dan patuhi
peringatan (warning) yang biasa tertera pada badan alat.
21. Pahami fungsi atau
peruntukan alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut hanya untuk
aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat praktikum di
luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut
dan bahaya keselamatan praktikan.
22. Pahami rating dan
jangkauan kerja alat-alat praktikum dan gunakanlah alat-alat tersebut sesuai
rating dan jangkauan kerjanya Menggunakan alat praktikum di luar rating dan
jangkauan kerjanya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya
keselamatan praktikan.
23. Pastikan seluruh
peralatan praktikum yang digunakan aman dari benda/ logam tajam, api/panas
berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada alat tersebut.
24. Tidak melakukan aktifitas
yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau sejenisnya pada badan
alat-alat praktikum yang digunakan.
25. Kerusakan instrumentasi
praktikum menjadi tanggung jawab bersama rombongan praktikum ybs. Alat yang
rusak harus diganti oleh rombongan tersebut.
B.
peraturan bekerja dilaboratorium kimia
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
Melindungi
Pengelola dan Pengguna Laboratorium
- Laksanakan
dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
- Mengetahui
dan memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip dari kegiatan yang akan
dilaksanakan.
- Gunakan
peralatan kerja seperti kacamata pengaman untuk melindungi mata, jas
laboratorium untuk melindungi kulit/pakaian dan sepatu tertutup untuk
melindungi kaki serta masker untuk melindungi saluran pernafasan dari uap/gas
yang bersifat toksik.
- Dilarang
memakai perhiasan yang dapat rusak karena bahan kimia.
- Dilarang
memakai sandal atau sepatu terbuka atau sepatu berhak tinggi.
- Wanita/pria
yang berambut panjang harus diikat.
- Dilarang
makan/minum/merokok (dilaboratorium) atau menggunakan alat komunikasi saat
bekerja
- Hindari
luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
- Menyimpan
barang milik pribadi seperti tas dalam loker.
- Dilarang
melakukan kegaduhan ataupun mengganggu ketenangan dalam laboratorium.
- Sewaktu
meninggalkan laboratorium haruslah selalu diteliti ulang apakah air, gas,
listrik, dan jendela telah dalam keadaan aman.
1.
Keselamatan Terhadap Penggunaan Alat-Alat di Laboratorium
- Melaksanakan
dan menerapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
- Perhatikan
dan patuhi peringatan/warning yang biasa tertera pada badan alat.
- Pahami
fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum/analisis/penelitian dan gunakanlah
alat-alat tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya.
Menggunakan alat praktikum/analisis/ penelitian di luar fungsi atau
peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan berbahaya bagi
keselamatan pengguna.
- Pastikan
seluruh peralatan praktikum yang digunakan dalam keadaan aman seperti terhindar
dari api/panas berlebih atau lainnya yang dapat mengakibatkan kerusakan pada
alat tersebut.
- Tidak
melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, coretan, goresan atau
sejenisnya pada badan alat-alat praktikum/analisis/ penelitian yang digunakan.
- Kerusakan
instrumentasi praktikum/analisis/penelitian menjadi tanggung jawab bersama
rombongan praktikum/yang melakukan analisis atau peneliti. Alat yang rusak
harus diganti dengan spesifikasi yang sama.
2. Keselamatan
Terhadap Penggunaan Bahan di Laboratorium
Bekerja
aman dengan bahan kimia
1. Hindari
kontak langsung dengan bahan kimia.
2. Hindari
mengisap langsung uap bahan kimia.
3. Menggunakan
masker
4. Dilarang
mencicipi atau mencium bahan kimia kecuali ada perintah khusus.
5. Bahan
kimia dapat bereaksi langsung dengan kulit menimbulkan iritasi (pedih atau
gatal).
Memindahkan
bahan kimia
1. Baca label
bahan kimia sekurang-kurangnya dua kali untuk menghindari kesalahan (Lihat
lampiran 1 dan 2).
2. Pindahkan
sesuai dengan jumlah yang diperlukan.
3. Jangan
menggunakan bahan kimia secara berlebihan.
4. Jangan
mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah
kontaminasi.
Memindahkan
bahan kimia cair
1. Tutup
botol dibuka dan dipegang dengan jari tangan sekaligus telapak
tangan memegang botol tersebut.
2. Tutup
botol jangan ditaruh di atas meja karena isi botol dapat terkontaminasi.
3. Pindahkan
cairan melalui batang pengaduk untuk mengalirkan agar tidak terpercik.
4. Jangan
menggunakan pipet yang sama untuk memindahkan bahan kimia yang berbeda.
Memindahkan
bahan kimia padat
1. Gunakan
wadah yang sesuai (melihat karakteristik) untuk pengambilan bahan kimia.
2. Jangan
mengeluarkan bahan kimia secara berlebihan.
3. Pindahkan
sesuai keperluan tanpa menggunakan sesuatu yang dapat mengotori bahan
tersebut.
Cara
memanaskan larutan menggunakan tabung reaksi
1. Isi tabung reaksi
maksimal sepertiganya.
2. Goyangkan
tabung reaksi agar pemanasan merata.
3. Arahkan
mulut tabung reaksi pada tempat yang aman agar percikannya tidak melukai orang
lain maupun diri sendiri.
Cara
memanaskan larutan menggunakan gelas kimia
1. Gunakan kaki
tiga dan kawat kasa untuk menopang gelas kimia tersebut.
2. Letakkan
batu didih dalam gelas kimia untuk mencegah pemanasan yang
cepat/mendadak.
3. Jika
gelas kimia digunakan sebagai penangas air, isilah dengan air, maksimum
seperempatnya.
C. Peraturan bekerja dilaboratorium biologi
Adapun aturan keselamatan kerja sebagai berikut:
Melindungi
Pengelola dan Pengguna Laboratorium
- Laksanakan
dan terapkan Tata Tertib Laboratorium yang berlaku.
- Hindari
penyebaran percikan bahan infeksi dari spesimen (mis : saat penanaman
/pembakaran dengan sengkelit
- Tempatkan
spesimen pada wadah yang sesuai standar
- Desinfeksi
permukaan meja kerja dengan desinfektan yang sesuai
- Cuci
tangan pada saat yang tepat dengan sabun/desinfektan, jangan menyentuh mulut,
hidung dan mata saat bekerja
- Jangan
makan/minum/merokok/menggunakan alat komunikasi saat bekerja
- Gunakan
jas praktikum saat bekerja, khusus Lab. Mikrobiologi wajib memakai sarung
tangan dan masker.
- Hindari
luka/tertusuk pada saat bekerja (lakukan segala sesuatu dengan hati-hati).
- Lakukan
sterilisasi yang cukup sebelum mencuci alat/membuang sisa spesimen.
- Sediakan
tempat untuk sampah terkontaminasi dan tidak terkontaminasi.
1.2 Keselamatan
Terhadap Penggunaan Alat-Alat di Laboratorium
1. Secara umum laksanakan dan
terapkan Manual Laboratorium untuk penggunaan alat yang ada.
2. Cara menggunakan pipet dan
alat bantu pipet
- Hindari
memipet dengan mulut, gunakan alat bantu, masukkan sumbat kapas untuk
mengurangi kontaminasi.
- Jangan
mencampur bahan mikroba dengan menghisap/meniup pipet
- Jangan
mengeluarkan cairan dari dalam pipet secara paksa
- Gunakan
kapas yang telah diberi desinfektan bila ada tetesan spesimen yang jatuh di
meja, kemudian kapas di buang di tempat khusus untuk diautoklaf.
- Rendam
pipet habis pakai dengan desinfektan selama18-24 jam.
3. Cara menggunakan jarum
suntik (kecelakaan penggunaan jarum suntik penyebab umum infeksi yang terjadi
di laboratorium mikrobiologi
- Hindari
gerakan cepat dan tergesa-gesa saat memegang jarum suntik
- Gunakan
sarung tangan
- Buang
kelebihan udara, cairan, gelembung secara vertikal ke kapas yang telah ada
desinfektan
- Jangan
membengkokkan atau memindahkan jarum dengan tangan
- Buang
jarum suntik pada tempat khusus sebelum steril
4. Cara pembukaan wadah
botol, cawan petri, dan tabung biakan mikroba harus mengikuti aturan pencegahan
yang dapat dilakukan untuk menghindari resiko terinfeksi adalah sebagai berikut
:
- Buka
tutup wadah di tempat kerja dengan hati-hati agar isi dalam wadah tidak
terpencar ke luar.
- Gunakan
jas lab. dan sarung tangan.
- Hindari
aerosol.
- Spesimen
yang bocor atau pecah hanya dibuka di dalam Safety Cabinet.
5. Penerimaan spesimen di
Laboratorium
- Laboratorium
mempunyai loket/tempat khusus penerimaan spesimen. Jika jumlah spesimen tidak
banyak, maka tempat pemeriksaan spesimen dapat dilakukan pada meja khusus dalam
areal laboratorium.
- Spesimen
harus di tempatkan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah
tumpahnya/bocornya spesimen.
- Wadah
harus dapat didesinfeksi atau diautoklaf.
- Wadah
terbuat dari bahan tidak mudah pecah/bocor.
- Wadah
diberi label tentang identitas spesimen.
- Wadah
diletakkan pada baki khusus yang terbuat dari logam atau plastik yang dapat
didesinfeksi atau diautoklaf ulang.
- Baki
harus didesinfeksi / diautoklaf secara teratur setiap hari.
- Jika
mungkin, wadah diletakkan di atas baki dalam posisi berdiri.
6. Tindakan khusus terhadap
sampel darah dan cairan tubuh
Tindakan di bawah ini dibuat untuk melindungi
petugas laboratrorium terhadap infeksi yang ditularkan melalui darah seperti
Virus hepatitis B, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan lain-lain.
a. Mengambil,
melabel dan membawa spesimen
- Gunakan
sarung tangan
- Hanya
petugas laboratorium yang boleh melakukan pengambilan darah.
- Setelah
pengambilan darah, lepaskan jarum dari sempritnya dengan alat khusus yang
sekaligus merupakan wadah penyimpanan jarum habis pakai. Pindahkan darah ke
dalam tabung spesimen dengan hari-hati dan tutup rapat mulut tabung spesimen.
Jarum suntik habis pakai sebaiknya dibakar dalam alat insinerasi. Jika
fasilitas insinerasi tidak tersedia, jarum suntik dan sempritnya diautoklaf
dalam kantong yang terpisah.
- Tabung
spesimen dan formulir permintaan harus diberi label BAHAYA INFEKSI.
- Masukkan
tabung ke dalam kantung plastik untuk dibawa ke laboratorium. Formulir
permintaan dibawa secara terpisah.
b. Membuka
tabung spesimen dan mengambil sampel
- Buka
tabung spesimen dalam kabinet keamanan biologis Kelas I dan Kelas II.
- Gunakan
sarung tangan
- Untuk
mencegah percikan, buka sumbat tabung setelah dibungkus kain kasa.
c. Kaca
dan benda tajam
- Jika
mungkin, gunakan alat terbuat dari plastik sebagai pengganti kaca/gelas. Bahan
kaca/gelas dapat dipakai jika terbuat dari borosilikat.
- Sedapat
mungkin, hindari penggunaan alat suntik selain untuk mengambil darah.
d. Sediaan
darah pada kaca objek
- Pegang
kaca objek dengan forsep/gegep
e. Peralatan
otomatis
- Sebaiknya
gunakan alat yang tertutup (enclosed type)
- Cairan
yang keluar dari alat/effalut harus dikumpulkan dalam tabung/wadah tertutup
atau dibuang ke dalam sistem pembuangan limbah.
- Jika
memungkinkan, alirkan hipoklorit atau glutaraldehid ke dalam alat desinfektan
hanya pada keadaan tertentu.
f. Melakukan
sentrifuge
- Gunakan
tabung sentrifuge yang mempunyai tutup
- Gunakan
selongsong/rotor yang dilengkapi penutup
2.2 Aturan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Praktek di Lapangan
Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Praktek di
Lapangan
- Harus
survei awal untuk lokasi yang akan digunakan praktik lapang. Jika di alam
terbuka pastikan aman dari bencana, tidak terlalu jauh dari penduduk setempat,
mudah mendapatkan air dan memiliki lahan datar yang dapat didirikan tenda.
- Jika
praktik lapang dilaksanakan ke sebuah atau beberapa instansi, harus mendapat
ijin dari instansi tersebut dan saat di lokasi harus patuhi peraturan pada
instansi yang bersangkutan.
- Karena
praktik lapang dilakukan lebih dari 1 hari maka sebelum berangkat harus
dipersiapkan izin penggunaan lokasi, transportasi, akomodasi serta keamanan
selama praktik lapang.
- Jika
diperlukan, gunakan masyarakat sebagai pemandu lapangan.
3. a) Uraikan bagaimana
tahapan-tahapan dalam memusnahkan reagen Buffer !
Jawab
:
Fungsi reagen buffer adalah hanya untuk mempertahankan pH pada saat direaksikan . Untuk itu , apabila ingin memusnahkan reagen buffer kita harus menambahkannya dengan larutan asam atau basa kuat seperti NaOH dan HCl kemudian disiram dengan air .
Fungsi reagen buffer adalah hanya untuk mempertahankan pH pada saat direaksikan . Untuk itu , apabila ingin memusnahkan reagen buffer kita harus menambahkannya dengan larutan asam atau basa kuat seperti NaOH dan HCl kemudian disiram dengan air .
b) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam
memusnahkan air keras !
Jawab
:
Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.
Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi, sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah.
Proses penghilangan kesadahan air yang
sering dilakukan pada industri-industri adalah melalui penyaringan dengan
menggunakan zat-zat sebagai berikut :
Resin pengikat kation dan anion
Resin adalah zat polimer alami ataupun
sintetik yang salah satu fungsinya adalah dapat mengikat kation dan anion
tertentu. Secara teknis, air sadah dilewatkan melalui suatu wadah yang berisi
resin pengikat kation dan anion, sehingga diharapkan kation Ca2+ dan Mg2+ dapat
diikat resin. Dengan demikian, air tersebut akan terbebas dari kesadahan.
Zeolit
Zeolit memiliki rumus kimia
Na2(Al2SiO3O10).2H2O atau K2(Al2SiO3O10).2H2O. zeolit mempunyai struktur tiga
dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan
ditukar dengan ion Na+ dan K+ dari zeolit, sehingga air tersebut terbebas dari
kesadahan.
Untuk menghilangkan kesadahan sementara
ataupun kesadahan tetap pada air yang anda gunakan di rumah dapat dilakukan
dengan menggunakan zeolit. Anda cukup menyediakan tong yang dapat menampung
zeolit. Pada dasar tong sudah dibuat keran. Air yang akan anda gunakan
dilewatkan pada zeolit terlebih dahulu. Air yang telah dilewatkan pada zeolit
dapat anda gunakan untuk keperluan rumah tangga, spserti mencuci, mandi dan
keperluan masak.
Zeolit memiliki kapasitas untuk menukar
ion, artinya anda tidak dapat menggunakan zeolit yang sama selamanya. Sehingga
pada rentang waktu tertentu anda harus menggantinya.
c) Uraikan bagaimana tahapan-tahapan dalam
memusnahkan basa alkali selain NaOH
dan KOH !
Jawab
:
Untuk memusnahkan basa logam alkali sisa pemakaian
atau limbah kadaluarsa, misalnya Kalsium hidroksida (Ca(OH)2), dapat dilakukan
dengan dua penanganan. Yaitu, untuk penanganan bahan tertumpah, dapat dilakukan
dengan cara mengencerkan dengan air dan dinetralkan dengan 6 M HCl, kemudian
diserap dengan kain atau dipindahkan pada suatu wadah untuk dibuang. Kemudian
untuk pemusnahannya, yaitu dengan menuangkan di dalam bak dan diencerkan dengan
air serta dinetralkan. Lalu dibuang dalam pembuangan air biasa.
4. Uraikan bagaimana etika
dalam melakukan survey di laboratorium sehingga data-data yang dibutuhkan dapat
dianalisis !
Jawab :
Jawab :
Etika dalam melakukan survey dilaboratorium
1. Memperlakukan
informasi yang diberikan responden sebagai sangat rahasia dan menjaga privasi
responden merupakan salah satu tanggung jawab utama peneliti .
2. Peneliti
tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada
subjek .terutama dalam eksperimen lab . Tujuan penelitian harus dijelaskan
kepada mereka .
3. Informasi
pribadi atau yang tampaknya mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan , dan jika
hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian , hal tersebut harus diungkap
dengan kepekaan yang tinggi kepada responden , serta memberikan alasan spesifik
hal tersebut .
4. Apapun
sifat metode pengumpulan data , harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh
dilanggar.
5. Tidak
boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan jika seseorang tidak
ingin memanfaatkan kesempatan untuk berpatisipasi , keinginan yang bersangkutan
harus dihormati .
6. Pengamat
non partisipan harus sedapat mungkin tidak mencampuri . Dalam studi kualitatif
, nilai – nilai pribadi bisa dengan mudah membiaskan data .
7. Dalam
studi lab , subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai lasan eksperimen
setelah mereka berpartisipasi dalam studi .