Kelompok 4 : Putri Agustina Laura S
Chyntami Putri Ersa
Sondang Riana
Atikatul Mutmainah
Rak Penyimpanan Laboratorium
Laboratorium
kimia merupakan suatu tempat yang berbahaya, terutama bila kita ceroboh dan
kurang pengetahuan. Kehati-hatian dan tidak buru-buru adalah syarat penting
yang perlu dimiliki seseorang yang bekerja di laboratorium kimia. Gambaran ini
disampaikan tidak dengan maksud untuk menakut-nakuti seseorang yang akan
bekerja di laboratorium kimia, namun untuk mengingatkan agar kita senantiasa
waspada bila sedang bekerja di dalamnya.
Dasar dari penyimpanan alat, yaitu :
1. Jenis Alat
Misalnya Gelas Kimia, Corong, Cawan
Petri, Lumpang dan Alu
2. Jenis Bahan Pembuat
Misalnya Kaca, Porselin, Logam dan
Kayu
3. Percobaan
Misalnya Laju Reaksi,
Kesetimbangan, dll
4. Seberapa sering alat digunakan
Yang
sering digunakan misalnya: gelas kimia
Yang
jarang digunakan misalnya: lumpang & alu
Dasar dari penyimpanan bahan, yaitu
:
Wujud Bahan : padat dan cair
Sifat Bahan : asam dan basa
Sifat Bahaya : korosif, racun,
mudah terbakar dll.
Seberapa sering digunakan
Jumlah bahan yang disimpan
Cara Penyimpanan Bahan Kimia
Secara Alfabetis
Berdasarkan Golongan
(klasifikasi)
Berdasarkan Kelompok (sifat)
· Pedoman
Umum Penyimpanan
Setelah
digunakan dikembalikan di tempat semula
Dikontrol
periodik
Pertimbangan menyimpan berdasarkan jangkauan untuk menghindari kecelakaan
Botol
besar disebelah bawah, kecil di atas
Lemari
ditempat khusus
Disimpan
pada tempat yang sesuai dan terpisah (padat, cair, gas, mudah terbakar,
higroskopis, mudah menguap)
Cara Menyimpan Alat Laboratorium IPA
Cara menyimpan alat laboratorium
IPA dengan memperhatikan bahan pembuat alat tersebut, bobot alat,
keterpakaiannya, serta sesuai pokok bahasannya. Penyimpanan alat menurut aturan
tertentu harus disepakati antara pengelola laboratorium dan diketahui oleh pengguna/praktikan.
Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat di
laboratorium, maka sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang lengkap
dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang rusak atau pecah sebaiknya
ditempatkan pada tempat tersendiri, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku
inventaris laboratorium IPA.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat yaitu :
1. Bahan dasar pembuatan alat
2. Bobot alat
3. Kepekaan alat terhadap
lingkungan
4. Pengaruh alat yang lain
5. Kelengkapan perangkat alat dalam
suatu set
Cara menyimpan bahan laboratorium IPA
Cara menyimpan bahan laboratorium
IPA dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan
alat laboratorium. Sifat masing-masing bahan harus diketahui sebelum melakukan
penyimpanan, seperti :
Bahan yang dapat bereaksi dengan
kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastik.
Bahan yang dapat bereaksi dengan
plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca.
Bahan yang dapat berubah ketika
terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan
dalam lemari tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya
matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening.
Bahan berbahaya dan bahan korosif
sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya.
Penyimpanan bahan sebaiknya dalam
botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran.
Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan
praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil,
jangan dikembalikan pada botol induk. Hal ini untuk menghindari rusaknya bahan
dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak
murni lagi.
Bahan disimpan dalam botol yang
diberi simbol karakteristik masing-masing bahan.
Prinsip yang perlu diperhatikan
dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium secara umum, antara lain:
Aman
Alat disimpan supaya aman dari
pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya
seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak
menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
Mudah dicari
Untuk memudahkan mencari letak
masing – masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan
label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
Mudah diambil
Penyimpanan alat diperlukan ruang
penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya
disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.
Penyimpanan dan pemeliharaan alat /
bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Sumber kerusakan
alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut :
Udara
Air dan asam – basa
Suhu
Mekanis
Cahaya
Api
Untuk memberdayakan laboratorium
diperlukan beberapa keterampilan. Salah satu keterampilan tersebut adalah dapat
menata, mengadministrasikan, dan menginventarisasi alat dan bahan.
Pengelolaan laboratorium kimia
berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan,
peralatan laboratorium, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di
laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.
Penataan
dan penyimpanan alat didasarkan pada keadaan laboratorium yang ditentukan oleh
fasilitas, susunan laboratorium, keadaan alat, dan kepentingan pemakai
ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai, serta keamanan dalam
penyimpanan dan pengambilannya. Berdasarkan keadaan alat, maka alat dapat
dikelompokkan atas jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat
tersebut digunakan, atau jenis percobaan.
Alat dan bahan yang ada hendaknya diletakkan ketempat semula setelah selesai
digunakan dan dibersihkan sehingga tetap awet dan tidak mengundang terjadinya
bahaya.
Penyimpanan peralatan harus
memperhitungkan pula pola penggunaan, untuk alat-alat yang tingkat
penggunaannya tinggi sebaiknya disimpan pada tempat yang paling depan atau
mudah untuk dijangkau, sedangkan untuk peralatan yang jarang dipakai simpan
pada tempat yang lebih jauh.
Aspek
lain dari penyimpanan adalah kondisi khusus dari alat-alat tertentu, seperti
elektroda pH meter yang harus selalu berada dalam kondisi tercelup pada larutan
garam jenuh (KCl) atau setidaknya dengan aquades. Bila dibiarkan kering elektroda
gelas mudah rusak atau kehilangan sensitifitas.
PERMASALAHAN :
Berdasarkan pengamatan
dilaboratorium kita , kebanyakan rak lemari penyimpanan tidak menggunakan tutup
lemarinya . Hal ini tidak memenuhi standar kualifikasi laboratorium yang baik .
sehingga seringkali alat dan bahan praktikum sudah terkontaminasi oleh zat
asing didalam rak penyimpanan . Apakah dengan keterbatasan ini kita masih bias melanjutkan
praktikum ? solusi seperti apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya
?