Senin, 10 Maret 2014

Pengelolaan Laboratorium

PENATAAN LABORATORIUM


Kelompok 4 : Putri Agustina Laura S
                                 Chyntami Putri Ersa
                                  Sondang Riana
                                  Atikatul Mutmainah


Rak Penyimpanan Laboratorium 
Laboratorium kimia merupakan suatu tempat yang berbahaya, terutama bila kita ceroboh dan kurang pengetahuan. Kehati-hatian dan tidak buru-buru adalah syarat penting yang perlu dimiliki seseorang yang bekerja di laboratorium kimia. Gambaran ini disampaikan tidak dengan maksud untuk menakut-nakuti seseorang yang akan bekerja di laboratorium kimia, namun untuk mengingatkan agar kita senantiasa waspada bila sedang bekerja di dalamnya.
Dasar dari penyimpanan alat, yaitu :
1. Jenis Alat
Misalnya Gelas Kimia, Corong, Cawan Petri, Lumpang dan Alu
2. Jenis Bahan Pembuat
Misalnya Kaca, Porselin, Logam dan Kayu
3. Percobaan
Misalnya Laju Reaksi, Kesetimbangan, dll
4. Seberapa sering alat digunakan
        Yang sering digunakan misalnya: gelas kimia
        Yang jarang digunakan misalnya: lumpang & alu
Dasar dari penyimpanan bahan, yaitu :
Wujud Bahan : padat dan cair 
Sifat Bahan : asam dan basa 
Sifat Bahaya : korosif, racun, mudah terbakar dll. 
Seberapa sering digunakan
 Jumlah bahan yang disimpan
Cara Penyimpanan Bahan Kimia
Secara Alfabetis 
Berdasarkan Golongan (klasifikasi) 
Berdasarkan Kelompok (sifat)
·         Pedoman Umum Penyimpanan 
     Setelah digunakan dikembalikan di tempat semula
     Dikontrol periodik
     Pertimbangan menyimpan berdasarkan jangkauan untuk menghindari kecelakaan 
     Botol besar disebelah bawah, kecil di atas
     Lemari ditempat khusus
     Disimpan pada tempat yang sesuai dan terpisah (padat, cair, gas, mudah terbakar, higroskopis, mudah menguap)

Cara Menyimpan Alat Laboratorium IPA
Cara menyimpan alat laboratorium IPA dengan memperhatikan bahan pembuat alat tersebut, bobot alat, keterpakaiannya, serta sesuai pokok bahasannya. Penyimpanan alat menurut aturan tertentu harus disepakati antara pengelola laboratorium dan diketahui oleh pengguna/praktikan.
         Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan kembali alat di laboratorium, maka sebaiknya dibuatkan daftar inventaris alat yang lengkap dengan kode dan jumlah masing-masing. Alat yang rusak atau pecah sebaiknya ditempatkan pada tempat tersendiri, dan dituliskan dalam buku kasus dan buku inventaris laboratorium IPA.
           Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat yaitu :
1. Bahan dasar pembuatan alat
2. Bobot alat
3. Kepekaan alat terhadap lingkungan
4. Pengaruh alat yang lain
5. Kelengkapan perangkat alat dalam suatu set

Cara menyimpan bahan laboratorium IPA

Cara menyimpan bahan laboratorium IPA dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan alat laboratorium. Sifat masing-masing bahan harus diketahui sebelum melakukan penyimpanan, seperti :
Bahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastik.
Bahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca.
Bahan yang dapat berubah ketika terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening.
Bahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya.
Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil, jangan dikembalikan pada botol induk. Hal ini untuk menghindari rusaknya bahan dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak murni lagi.
Bahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik masing-masing bahan.

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium secara umum, antara lain:
Aman
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya berkurang.
Mudah dicari 
Untuk memudahkan mencari letak masing – masing alat dan bahan, perlu diberi tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat penyimpanan alat (lemari, rak atau laci).
Mudah diambil 
Penyimpanan alat diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang tersedia.

Penyimpanan dan pemeliharaan alat / bahan harus memperhitungkan sumber kerusakan alat dan bahan. Sumber kerusakan alat dan bahan akibat lingkungan meliputi hal – hal berikut :
Udara
Air dan asam – basa
Suhu 
Mekanis
Cahaya
Api
Untuk memberdayakan laboratorium diperlukan beberapa keterampilan. Salah satu keterampilan tersebut adalah dapat menata, mengadministrasikan, dan menginventarisasi alat dan bahan.
Pengelolaan laboratorium kimia berkaitan dengan pengelola dan pengguna, fasilitas laboratorium (bangunan, peralatan laboratorium, bahan kimia), dan aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium yang menjaga keberlanjutan fungsinya.
            Penataan dan penyimpanan alat didasarkan pada keadaan laboratorium yang ditentukan oleh fasilitas, susunan laboratorium, keadaan alat, dan kepentingan pemakai ditentukan berdasarkan kemudahan dicari dan dicapai, serta keamanan dalam penyimpanan dan pengambilannya. Berdasarkan keadaan alat, maka alat dapat dikelompokkan atas jenis alat, jenis bahan pembuat alat, seberapa sering alat tersebut digunakan, atau jenis percobaan.
       Alat dan bahan yang ada hendaknya diletakkan ketempat semula setelah selesai digunakan dan dibersihkan sehingga tetap awet dan tidak mengundang terjadinya bahaya.
Penyimpanan peralatan harus memperhitungkan pula pola penggunaan, untuk alat-alat yang tingkat penggunaannya tinggi sebaiknya disimpan pada tempat yang paling depan atau mudah untuk dijangkau, sedangkan untuk peralatan yang jarang dipakai simpan pada tempat yang lebih jauh.
Aspek lain dari penyimpanan adalah kondisi khusus dari alat-alat tertentu, seperti elektroda pH meter yang harus selalu berada dalam kondisi tercelup pada larutan garam jenuh (KCl) atau setidaknya dengan aquades. Bila dibiarkan kering elektroda gelas mudah rusak atau kehilangan sensitifitas.



PERMASALAHAN :
Berdasarkan pengamatan dilaboratorium kita , kebanyakan rak lemari penyimpanan tidak menggunakan tutup lemarinya . Hal ini tidak memenuhi standar kualifikasi laboratorium yang baik . sehingga seringkali alat dan bahan praktikum sudah terkontaminasi oleh zat asing didalam rak penyimpanan . Apakah dengan keterbatasan ini kita masih bias melanjutkan praktikum ? solusi seperti apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya ?

3 komentar:

  1. saya akan menjawab permasalahan anda
    menurut saya, dengan adanya rak yang tidak menggunakan tutup tetap akan terlaksana praktikum tersebut. solusi yang bisa saya berikan adalah menggunakan bahan kimia dengan hati-hati. dan sesudah melaksanakan praktikum, sebaiknya dikembalikan lagi ketempat semula.
    terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya juga setuju dengan Dede nova.
    Menurut saya, praktikum tetap dapat dilaksanakan meskipun rak-rak tersebur tanpa tutup.
    Solusi yang dapat saya berikan:
    Untuk alat-alat yang disimpan di rak tanpa tutup, dapat dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan seperti dengan mencucinya.
    Untuk bahan atau zat, agar tidak terkontaminasi dapat menggunakan aluminium foil untuk menutup wadahnya. misalnya kita membuat larutan NaOH dan dimasukan kedalam erlemeyer 250 ml satu hari sebelum praktikum, agar larutan ini tidak terkontaminasi maka erlemeyer tersebut dapat ditutup dengan menggunakan aluminium foil.
    Atau dapat juga disimpan dalam botol kaca bertutup.

    BalasHapus
  3. menurut saya pratikum tetap dapat terlaksana, walaupun raknya tidak tertutup, tapi memang sebaiknya untuk peletakkan zat-zat tersebut lebih baik diletakkan pada lemari yang tertutup agar zat-zatnya tidak terkontaminasi dan pratikum yang dilakukan dapat berhasil.
    solusi yang dapat saya berikan, selain yang telah disampaikan oleh saudari dhede dan novi diatas,, adalah dengan cara membersihkan atau mencuci alat-alat yang akan digunakan, agar alat-alat tersebut kondisinya dalam keadaan steril saat digunakan pratikum. untuk zatnya sendiri, memang lebih baik disimpan pada lemari yang tertutup karena zatnya itu merupakan salah satu bagian yang sangat vital dalam melakukan pratikum, karena berhasil atau tidaknya suatu pratikm tergantung pada zat yang juga digunakan, utnuk itu perlu adanya perhatian dari pihak pengurus laboratoriumnya, untuk bisa menata lab dengan baik, adanya lemari-lemari yang tertutup lebih baik digunakan untuyk menyimpan zat, agar zat-zat yang digunakan dalam pratikum masih dalam keadaan yang sangat baik.
    sekian, semoga bermanfaat.

    BalasHapus